Sabtu, 24 Oktober 2015

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 25 Oktober 2015
BERITA
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir di rumah duka Jalan Ahmad Yani 297 A Gondang Manahan Solo Jawa Tengah, setelah menyalatkan jenazah neneknya, Sani Wirorejo, meninggalkan lokasi dan kembali ke Jakarta, ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Jaksa Agung diminta tidak berasal dari partai. Sebab, apabila dari partai, bisa menyebabkan terjadi loyalitas ganda antara hukum dan politik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kenangan manis dengan sang nenek, Sani Wirorejo, yang meninggal Jumat malam, 23 Oktober 2015.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menduga ada keterlibatan pihak lain dalam dugaan suap 'pengamanan' bantuan sosial Pemprov Sumatera Utara di Kejaksaan Agung.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dimintai keterangan oleh wartawan sesaat sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Tersangka kasus dugaan suap kepada anggota DPR RI terkait penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Patrice Rio Capella usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Presiden Joko Widodo akan bertolak menuju Amerika Serikat dalam rangka kunjungan resmi sore nanti. Tetapi sebelum itu, rupanya dia akan melakukan pertemuan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Jaksa Agung diminta independen memimpin Korps Adhyaksa. Penanganan kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana bantuan sosial yang kini jadi sorotan, harus diusut tuntas.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Pakar hukum Agung Chairul Imam meminta Presiden Joko Widodo tidak lagi menunjuk sosok yang memiliki latar belakang partai politik untuk menempati posisi setingkat menteri di bidang hukum.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Plt. Ketua KPK Taufiequrachman Ruki (tengah) bersama Jaksa Agung H.M. Prasetyo (kiri) menggelar jumpa pers usai menghadiri pelatihan bersama peningkatan kapasitas penegak hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kota ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar