Sabtu, 30 April 2016

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 1 Mei 2016
BERITA
REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menduga organ satwa dilindungi berupa harimau dan beruang yang diungkap petugas gabungan diduga untuk keperluan ekspor.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Ditjen Pemasyarakatan mencatat setidaknya ada 150 produk undang-undang yang sanksi pidananya berupa pidana penjara. Bukan hal aneh jika lapas di Indonesia hampir seluruhnya mengalami kelebihan kapasitas.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Lembaga Permaysarakatan (Lapas) Banceuy Bandung, beberapa waktu lalu menimbulkan banyak tanda tanya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Petugas memperlihatkan dua kulit harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) dan Macan tutul (Phantera Pardus) yang berhasil disita Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (15/8).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Polisi menjaga jalan masuk menuju Lapas Banceuy yang rusak dan hangus terbakar pasca kerusuhan, Bandung, Jawa Barat, 24 April 2016.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras. Tak hanya meminta keterangan puluhan orang terkait termasuk Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Semarang (ANTARA News) - Polrestabes Semarang melarang kegiatan unjuk rasa saat peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2016 di kawasan bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Fahri Hamzah melaporkan 3 petinggi PKS yang duduk di DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), menyusul pemecatannya sebagai kader PKS dan juga pimpinan DPR.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengebut pengusutan kasus dugaan suap terkait pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi di pantai utara Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Direktur PT Agung Sedayu Group bernama Richard Halim Kusuma memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 29 April 2016.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar