Jumat, 27 Januari 2017

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 28 Januari 2017
BERITA
Jakarta - Hakim konstitusi Patrialis Akbar ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
WATES (KRjogja.com) - Bandara Internasional Yogyakarta yang berada di Kulon Progo yang dibangun di atas lahan seluas 587 hektare ini pada tahap I (2020-2031) akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi berkapasitas hingga 15 juta ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kulon Progo, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut, keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta baru yang akan dibangun di Kulon Progo sudah diramalkan oleh leluhur bangsa Indonesia.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
MK Rapat Bahas Bocornya Draft Putusan ke Penyuap Patrialis Pimpinan KPK membahas mengenai draft putusan yang bocor ke penyuap Patrialis.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Yogyakarta - Presiden Joko Widodo akan melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta detikNews - Aktifis buruh migran (TKI) Migrant Care melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke MKD, Jumat (27/1). Fahri dilaporkan terkait cuitan 'babu' di akun twitternya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
"Semoga kampus ini tetap bersih dan tidak hanya karena Kapolri datang. Semoga ini tetap dipertahankan," harapnya. JAKARTA, Jaringnews.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
jpnn.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah resmi diperkarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran Indonesia, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), pada Jumat (27/1).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Basuki angkat bicara mengenai kasus ini dengan mengatakan jika Kemal meminta uang untuk pergi umrah. Dia juga menjelaskan jika dirinya tidak pernah memerintahkan Kemal untuk memeberikan uang ke Patrialis Akbar.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
POJOKSATU.id, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku pemukulan dan pengeroyokan Kader PDI Perjuangan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar