Selasa, 14 Maret 2017

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 15 Maret 2017
BERITA
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut pernah diserang kampanye hitam ketika maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung (Pilgub Babel) pada 2007.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memasuki ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (14/3).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta, Hanter - Meski kasus penistaan agama sudah memasuki sidang ke-14, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum ditahan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung menjelaskan bahwa DPW DKI tidak bermaksud melakukan perlawanan atas kebijakan DPP PPP kubu Djan Faridz.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PPP Romahurmuziy tak mau menanggapi pemecatan 10 anggota DPRD DKI Jakarta dari PPP yang dilakukan kubu Djan Faridz.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) sudah resmi oleh Djan Faridz dari kepengurusan PPP. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi belum mau berkomentar banyak soal pemecatan Lulung maupun posisi Lulung di DPRD DKI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Surabaya - Kasus dugaan permen yang mengandung narkoba telah terbantahkan setelah BNN dan BBPOM mengumumkan hasil uji laboratoriumya, negatif.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
MedanBisnis - Jakarta. Andi Taufan Tiro mengaku bagi-bagi uang ke para mantan anggota Komisi V DPR terkait dengan kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai, skandal korupsi proyek pengadaan e-KTP lebih besar ketimbang skandal kasus dana talangan Bank Century.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar