Jumat, 11 September 2015

Google Alert - Sains/Teknologi

Google
Sains/Teknologi
Pembaruan harian 12 September 2015
BERITA
Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena suara seperti terompet dari langit yang sempat membuat heboh di sejumlah negara beberapa waktu lalu, terdengar juga di langit Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, GORIAU.COM - Gemuruh suara mirip bunyi terompet dari langit Jakarta, Jumat pagi, hebohkan warga. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) punya penjelasan ilmiah terkait hal ini.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNNEWS.COM, Bandung - Telkom University (Tel-U) menggelar Bandung ICT Expo pada 10—12 September 2015 di Convention Hall - Bandung Technoplex.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
UGM) Yogyakarta akan menggelar kontes robot terbang Indonesia (KRTI) ketiga di Lanud Gading pada 17-19 September mendatang. TRIBUNJOGJA.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Pemerintah Kota Bandung telah menentukan sikap atas beroperasinya Uber di Kota Bandung. Setelah menerima rekomendasi hasil Seminar Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di Era Digital, yang diselenggarakan pada Senin (24/8/2015) ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa Apple baru saja merilis jajaran perangkat pintar mereka, yang diantaranya adalah smartphone generasi terbaru iPhone 6s dan iPhone 6s Plus.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Periscope merupakan aplikasi yang mampu melakukan siaran video dengan mudah melalui smartphone pada platform iOS dan Android. Sayangnya sejak pertama kali aplikasi ini diluncurkan, video yang ditampilkan hanya dalam mode portrait saja.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Saya berniat ingin membeli hp baru dengan biaya 4,5 jtan. Setelah saya membaca majalah pulsa edisi 19 agustus-1 september 2015,saya tertarik dengan hp Sony Xperia C4 dan Samsung Galaxy A5.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menilai pemerintah lamban menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Direktur Eksekutif Indonesian for Environmental Law (ICEL), Henri Subagiyo menyampaikan aspirasinya pada diskusi Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) "Penegakan Hukum Lingkungan: Memutus Siklus Kebakaran Hutan dan Lahan" di ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar