Senin, 02 November 2015

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 3 November 2015
BERITA
Kupang, NTT (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Dion DB Putra, menilai polisi harus menjelaskan secara detail maksud dari Surat Edaran Kepala Kepolisian Indonesia tentang penyebarluasan ujaran kebencian alias hate ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan memberi keterangan pers terkait kasus- kasus penindakan kejahatan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Adriansyah bakal dituntut di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/11), dalam perkara suap kepengurusan izin usaha tambang di Tanah Laut.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak bakal digelar 9 Desember mendatang. Seluruh persiapan terus dimatangkan. Masa kampanye pun telah dilakukan di 269 daerah yang melaksanakan pilkada.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Lw tidak terima kakaknya, Widianto, menjalani proses hukum di kepolisian karena disangka membunuh Salim Kancil.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Anggota Komisi Vll DPR dari Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo, kembali menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin 2 November 2015.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi. Ketua DPR Setya Novanto mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan DPR sebagai wilayah bebas korupsi (WBK) dan ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mendatangi Mapolres Jakarta Selatan untuk menemui Maskur, pencabul 15 anak yang ditangkap di Pancoran.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu hukuman kebiri secara akademis.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar