Selasa, 16 Agustus 2016

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 17 Agustus 2016
BERITA
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato kenegaraannya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD pagi ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - MPR akan menggelar sidang tahunan pada hari ini. Sidang Tahunan MPR merupakan salah satu ritual menyambut Hari Kemerdekaan RI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memberikan saran khusus untuk, posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar yang dicopot Presiden Joko Widodo.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sedang menjadi sorotan. Nurhadi menjadi sorotan setelah panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA. Operasional bus Transjakarta akan mengalami penyesuaian saat libur nasional Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, besok (17/8).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi menawarkan gratis Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis Pertalite bagi pelanggan yang mengahafal teks proklamasi atau pembukaan UUD 1945.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai dalam memilih seorang menteri harus selektif dan harus memenuhi syarat-syarat seperti status pendidikan dan status kewarganegaraan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Sidoarjo: Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, punya cara sendiri memperingati HUT ke-71 RI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, kasus kewarganegaraan ganda yang menjerat Arcandra Tahar harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Pemerintahan Joko Widodo lagi-lagi tersandung masalah administrasi. Celakanya, masalah administrasi kali ini harus dianggap serius dan tak boleh diperlakukan sepele.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar