Kamis, 22 September 2016

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 23 September 2016
BERITA
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Boy Sadikin, mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan PDI Perjuangan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku banyak menerima laporan pelanggaran penggusuran di Jakarta Barat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Gubernur (pilgub) DKI 2017.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan turut prihatin atas banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
PKB Tak Persoalkan Pengusungan Agus Yudhoyono PKB menyatakan belum ada keputusan soal rencana mengusung Agus Yudhoyono sebagai bakal calon kandidat gubernur DKI Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku, dirinya yang memerintahkan penindakan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Dukungan DPP PDIP terhadap Basuki T Purnama (Ahok) minta tumbal. Kader yang juga mantan ketua DPD PDIP DKI Boy Sadikin memilih mengundurkan diri dan menjadi tim pemenangan Sandiaga Uno.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo Sukinto, memberi keterangan sebelum sidang perdana kliennya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, bersama pengurus partai berkumpul di rumah SBY, Cikeas, Bogor, untuk membahas calon gubernur penantang Ahok, Rabu malam, 21 September 2016.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Unsur pembunuhan berencana menjadi penting untuk dibuktikan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, hukum hanya melihat tindak pidana, bukan motif pembunuhan itu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar