Senin, 18 September 2017

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 19 September 2017
BERITA
VIVA.co.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengingatkan kepada pemerintah bahwa film G 30 S/PKI tak layak ditonton oleh anak-anak.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat memerintahkan jajarannya di seluruh daerah mengajak masyarakat menonton film berjudul Pengkhianatan G 30 S PKI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Puluhan polisi juga bersiaga di sekitar gedung YLBHI. Termasuk, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. (Liputan6.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Tiba bus berisi puluhan personel polisi dari Polda Metro Jaya tiba di YLBHI sekitar pukul 23.00 WIB, untuk mengamankan lokasi. (Liputan6.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kembali menjelaskan alasan dia tidak mempermasalahkan jika film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/ PKI" ditayangkan kembali.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz (batik merah) dan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mendatangi kantor YLBHI. Idham berkomunikasi dengan massa aksi dan meminta agar unjuk rasa dilakukan dengan tertib.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Beranda Views Suara Publik Pernyataan Sikap Organisasi Masyarakat Sipil Lampung terhadap Pembubaran Diskusi di YLBHI oleh... Suara Publik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Mobil Water Canon kepolisian yang digunakan untuk menghalai massa aksi yang mengepung kantor YLBHI, Senin (18/9/2017) dini hari.(KOMPAS.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
RMOL. Pihak Kepolisian terus berupaya mengendalikan situasi. Gas air mata terus ditembakkan di beberapa titik pasca membubarkan massa di gedung YLBHI, Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar