Sabtu, 03 September 2016

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 4 September 2016
BERITA
Jakarta - Puluhan polisi sudah bersiaga mengepung rumah elite di Jl Bukit Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Polisi berupaya membebaskan pemilik rumah yang disandera oleh perampok.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Sabtu 03 Sep 2016, 10:52 WIB Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meyakini tuntutan kerja cepat ini dapat dipenuhi oleh Budi Gunawan yang ditunjuk Jokowi menjadi Kepala BIN baru.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid berharap Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru nantinya dapat bekerja cepat dan optimal.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
RMOL. Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar yang pertama kali digelar setelah sikap resmi partai mendukung pencalonan Presiden Jokowi di Pilpres 2019 adalah kuda-kuda partai dalam menyiapkan pemenangan Pemilu dan Pilpres.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi terkait kasus pengeroyokan Andrew Budi Kusuma di transjakarta pada Sabtu (3/9/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Manila, - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membatalkan kunjungan resminya ke Brunei Darussalam. Pembatalan dilakukan menyusul serangan bom di kota asalnya, Davao.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Bersenjata Filipina (AFP) dalam waspada tinggi pasca insiden bom mematikan di Davao City, kota tempat kediaman dan kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte, pada Jumat (2/9) malam yang diduga dilakukan oleh ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - 68 dari 177 calon haji yang menjadi korban pemalsuan paspor di Filipina sudah bisa dipulangkan. Otoritas Filipina sudah memberikan clearance pada Jumat (2/9) siang.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pertahanan dan intelejen Connie Rahakundini berpendapat bahwa Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) harus dijabat oleh seseorang berlatar belakang militer.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kapten Amrullah bersama Ismail dan M Sofyan, setelah dipertemukan oleh crisis center di salah satu cafe di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2016.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar