Minggu, 10 September 2017

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 11 September 2017
BERITA
Henny Silalahi dan suaminya Rudianto Simanjorang di rumah mereka di Jalan H Jaung, Benda, Tangerang, Sabtu (9/9/2017).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUN-TIMUR.COM - Kisah bayi Debora sempat viral di media sosial. Sejumlah netizen menyayangkan sikap manajemen rumah sakit yang tak mengizinkan Debora dirawat di instalasi PICU meski terkendala biaya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan pandangan ketika menjadi pembicara pada diskusi publik di Jakarta, Sabtu (12/8/2017). Diskusi yang diprakarsai oleh Galang Kemajuan Center tersebut mengangkat tema Dinamika Politik dan Undang-Undang ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
BANGKAPOS.COM--Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memanggil manajemen RS Mitra Keluarga Senin (11/9/2017) esok untuk mengonfirmasi kejadian yang sebenarnya menimpa bayi Tiara Debora.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Malang nian nasib bayi Tiara Deborah Simanjorang yang baru berusia 4 bulan 10 hari. Nyawanya tak tertolong akibat persoalan administrasi.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta (ANTARA News) - Dalam buku "Pandangan Kritis Seorang Hakim", Binsar Gultom mengatakan banyak perkawinan yang kandas akibat dimulai dengan terpaksa, termasuk karena hamil di luar nikah.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyesalkan adanya usulan pembekuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Hakim Binsar Gultom prihatin dengan tingkat perceraian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, ia mengusulkan usulan tes keperawanan bagi perempuan yang akan menikah.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo mengatakan, politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat justru mengungkapkan tujuan sebenarnya pembentukan Panitia Khusus Hak Angket KPK.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Polemik perihal hak angket yang diajukan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergulir.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar