Sabtu, 21 Oktober 2017

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 22 Oktober 2017
BERITA
Eramuslim.com - Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menegur pemotor yang parkir di atas trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Rombongan panitia acara Korpri DKI yang dihadiri Anies-Sandi di Agrowisata Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2017) terjebak macet.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Foto: Antara/Widodo S Jusuf. Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilihan Umum Presiden 2014 diprediksi akan terulang di Pilpres 2019.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kegiatan Tea Walk yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Perkebunan Teh Gunung Mas Puncak, memicu kemacetan parah di Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, 21 Oktober 2017.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Polisi mengamankan sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Samdiaga Uno melepas ribuan anggota Korpri DKI Jakarta dalam acara tea walk di kebun teh Bogor, Sabtu (21/10/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) DKI Jakarta Saefullah mengatakan gubernur dan wagub DKI Jakarta periode sebelumnya tak pernah menghadiri agenda tahunan bertajuk peningkatan soliditas dan solidaritas PNS DKI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Sri Rahyati bersama suaminya mendatangi Polda Metro Jaya pagi ini untuk menemui Fauzan, salah satu mahasiswa yang ditahan setelah melakukan aksi pada Jumat (20/10/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi unjuk rasa di depan Istana Negara akhirnya berakhir jelang tengah malam. Polisi melakukan pembubaran secara paksa.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) Patti Djalal mengatakan keadaan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sekarang telah jauh sangat berbeda dengan keadaan lima dekade lalu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar