Jumat, 06 Oktober 2017

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 7 Oktober 2017
BERITA
BOGOR DAILY-Mengenaskan! Lima anak-anak dan seorang wanita tewas dalam kebakaran di dalam apartemen di Jepang. Kebakaran itu diduga disengaja dan pelaku utamanya ialah ayah dari anak-anak itu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akan dilakukan pada 16 Oktober 2017.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat turun dari Vespa di Balai Kota, Jumat (6/10/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA ). JAKARTA, KOMPAS.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat koleksi yang dipamerkan saat meresmikan revitalisasi Kawasan Kota Tua fase pertama, Kamis (5/10).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami pengakuan mendiang Direktur Utama PT Biomorf Lone Indonesia, Johannes Marliem, terkait pemberian uang miliaran ke sejumlah pejabat Indonesia dan jam tangan mewah ke Ketua DPR RI, Setya ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Terdakwa kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang kasus KTP Elektronik Miryam S Haryani mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/8/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Sebuah pernyataan agen FBI Johnathan Holden termasuk dalam tuntutan hukum yang diajukan Kamis (5/10). Disebutkan jika Johannes Marliem mendapat keuntungan dari proyek e-KTP.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Eggi Sudjana Kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Isu SARA Aliansi Advokat Nasionalis melaporkan Eggi sudjana ke Mapolda Metro Jaya atas tuduhan penyebaran ujaran kebencian.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mendalami pengakuan Johannes Marliem, saksi kasus e-KTP yang telah meninggal dunia terkait pemberian jam tangan mewah yang ditaksir senilai Rp 1,8 miliar dan sejumlah uang kepada ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KPK Selidiki Aliran Uang dan Hadiah Jam dari Johannes Marliem Johannes Marliem diduga memberikan sejumlah uang ke pejabat di Indonesia.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar