Sabtu, 07 Oktober 2017

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 8 Oktober 2017
BERITA
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang hakim dan dan politikus. Diduga politikus yang tertangkap itu dari Partai Golkar.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat tengah malam tadi di Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
ilustrasi.Salah satu dari lima orang yang terkena OTT KPK dijaga petugas kepolisian saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (4/9/2016) malam.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai pernyataan-pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih dalam koridor tugas pokok dan fungsinya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Merdeka.com - Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam beberapa bulan terakhir semakin santer digadang-gadang sebagai calon alternatif di gelaran Pemilihan Presiden 2019.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam OTT yang berlangsung di Jakarta, Jumat tengah malam tadi, KPK menangkap salah satu ketua Pengadilan Tinggi di Sulawesi Utara dan seorang anggota DPR.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengingatkan Presiden Joko Widodo tidak hanya mengimbau Panglima TNI agar jangan berpolitik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
[JAKARTA] Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap petinggi Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) berinisial S dan seorang anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (6/10) malam.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menganggap polemik ribut-ribut soal pembelian senjata oleh institusi non-militer adalah bentuk dari proxy war yang sering dirinya khawatirkan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Selain rumah mewah, Annesa Hasibuan juga memiliki rentetan koleksi tas mewah berharga fantastis. (Foto: Anniesahasibuan/instagram).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar