Rabu, 21 November 2018

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 22 November 2018
BERITA
Jakarta - Adik kandung Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, menyebut keluarga tidak mengenal M Nurhadi. Ali menegaskan, Dufi dan Nurhadi juga tidak memiliki hubungan bisnis.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan mantan jurnalis Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang mayatnya ditemukan di drum padaMinggu (18/11/2018) lalu di Bogor, Jawa Barat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Kurang dari 24 jam, polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan wanita yang jasadnya disimpan dalam lemari di sebuah kos kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, kedua pelaku yang membunuh CLP, yakni YAP dan R, berniat melarikan diri setelah membunuh CLP.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sepekan ini, masyarakat dikejutkan tiga peristiwa pembunuhan sadis di wilayah Jabodetabek. Dimulai dari tewasnya keluarga Diperum Nainggolan di tempat tinggalnya di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
INDOPOS.CO.ID - Tidak kurang dari 24 jam jajaran Kepolisian gabungan berhasil menangkap terduga dua pelaku. Kedua pelaku bernama Yustian, 24, dan Nissa Regina, 17 sudah tertangkap di Merangin, Jambi, Selasa (20/11/2018) sore.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
A+ A-. BANDUNG - Polda Metro Jaya menyatakan kalau kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi telah dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
A+ A-. JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkapkan sedikitnya ada 50 penceramah yang menyebarkan paham radikal di DKI Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal meminta Badan Intelijen Negara ( BIN) untuk tidak sembarangan melempar informasi ke publik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut rangkuman sederet fakta mengenai penemuan mayat hingga terduga pelaku. 1. Kronologi. Dilansir dari WartaKotaLive.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit notifikasi ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima notifikasi ini dalam bentuk feed RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar