Minggu, 11 November 2018

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 12 November 2018
BERITA
RAKYATKU.COM - Ali Mochtar Ngabalin menyindir Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon terkait lagu "Sontoloyo" yang diciptakannya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
jpnn.com, JAKARTA - Politikus Gerindra Fadli Zon menyuarakan kritik lewat lagu Sontoloyo. Bersama Ahmad Dhani dan Alang, Fadli mengolah vokal dengan nyanyian penuh sindiran kepada pemerintahan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
SERAMBINEWS.COM - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengenai 'Politik Genderuwo' menuai sejumlah tanggapan dari para tokoh.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
A+ A-. JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting sekaligus Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago angkat bicara soal polemik fit and proper test cawagub DKI.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TEMPO.CO, Jakarta - Dua kandidat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, gencar saling sindir selama masa kampanye ini.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUN-TIMUR.COM-- Banyak keluhan peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tentang tingginya batas minimal nilai atau passing grade yang ditetapkan untuk bisa lulus di tes CPNS 2018.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA - Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Eggi Sudjana meyakini bahwa kasus penempelan bendera tauhid yang terjadi di belakang rumah kliennya di Saudi Arabia adalah salah satu operasi intelijen.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mengubah tanda bukti pernikahan. Jika biasanya berbentuk buku, kali ini berbentuk kartu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Anggara mempertanyakan putusan MA terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa Baiq Nuril, dan ia menilai kasus tersebut tak dapat dipidana.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNNEWS.COM - Gugur massal yang terjadi di tes seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 diakibatkan sulitnya soal tes karakteristik pribadi (TKP).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit notifikasi ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima notifikasi ini dalam bentuk feed RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar