Jumat, 21 Juli 2017

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 22 Juli 2017
BERITA
Jakarta - Kebijakan PSSI terkait penggunaan pemain muda di Liga 1 terbukti tak membawa hasil bagus. Indonesia harus membenahi infrastruktur dan kurikulum jika mau sukses.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak lama lagi Polda Metro Jaya akan dipimpin kapolda baru, yakni Irjen Idham Azis. Dia menggantikan Irjen Mochamad Iriawan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
RMOL. Pihak Mabes Polri membantah bahwa mutasi Irjen M Iriawan karena masih ada dua kasus besar yang belum tuntas. Berita Terkait.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta Djan Faridz menilai ketidaksinergisan di tubuh partai menjadi penyebab perseteruan antar kubunya dengan Kubu Romahurmuziy (Romi).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Ketua DPR Setya Novanto (kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan) mengetuk palu saat rapat sidang Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2017) dini hari.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Romi Ingin Djan Faridz Angkat Kaki dari Kantor PPP Ketua PPP Romahurmuziy meminta kubu Djan Faridz segera meninggalkan kantor DPP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
WinNetNews.com - Sebanyak 6 orang menjadi korban ledakan di lokasi latihan Korpas Pasukan Khas (Paskhas) di Rokan Hulu, Riau, dan satu di antaranya tewas.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Hukum Tata Negara Irmanputra Sidin mengatakan, ambang batas pencalonan presiden atau presidential thereshold 20 - 25 persen yang diakomodasi dalam UU Pemilu tak sesuai konstitusi.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Suara.com - Inspektur Jenderal M. Iriawan masih meninggalkan banyak kasus yang belum selesai penanganannya. Yang paling menonjol yaitu kasus pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab terkait chat sex, kemudian kasus penyiraman air ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kombes Krishna Murti saat masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.(KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA). JAKARTA, KOMPAS.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar