Sabtu, 15 Juli 2017

Google Alert - Indonesia

Google
Indonesia
Pembaruan harian 16 Juli 2017
BERITA
Sumedang - Warga Sumedang, Jawa Barat digegerkan dengan aliran salat menghadap matahari dan pembaiatan syahadat. Pimpinan aliran ini, Elah, menjanjikan kepada 11 remaja mantan muridnya akan masuk surga jika mengikuti ajarannya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Pengamat politik, Ray Rangkuti memberi pandangan saat diskusi bersama komisioner KPUD DKI Jakarta di gedung KPUD Jakarta, Kamis (12/1).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jum'at, 14 Juli 2017 - 17:48 WIB Kualitas Air PDAM Tirtawening Ternyata Sering Dikeluhkan Warga Kualitas air PDAM Tirtawening Kota Bandung ternyata sering dikeluhkan warga Jalan Panjunan, Kelurahan Panunjanan, Kecamatan Astana Anyar.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Patroli, Jakarta - Sepekan setelah penyidik kepolisian menutup pelaporan dugaan ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Kaesang Pangarep.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
WARTA KOTA, PALMERAH -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, pemblokiran situs Telegram didasari alasan dan bukti yang kuat bahwa ia telah disalahgunakan untuk penyebaran ajaran radikal yang mengarah ke terorisme.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
BANDUNG - Warga Kota Bandung dihebohkan dengan air PDAM Tirtawening Kota Bandung yang berwarna merah seperti sirup. Informasi ini pertama kali diketahui dari laman Facebook seorang warga.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Aplikasi chatting populer Telegram baru saja diblokir di Indonesia. Meski begitu, pemblokiran baru terjadi di tingkat peramban (browser) komputer dan mobile.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Mengenal Telegram, Aplikasi yang Bikin 'Gerah' Pemerintah Komunikasi terenkripsi tinggi yang dimiliki Telegram kerap digunakan untuk merencanakan teror, namun juga membuat pusing pemerintah.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) baru saja mengungkap alasan memerintahkan pemblokiran terhadap layanan chatting Telegram di Indonesia.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Direktur Organisasi Masyarakat Direktorat Jenderal Politik dan Hukum, Laode Ahmad P.Balombo memberikan paparan dalam diskusi polemik di Jakarta, Sabtu (15/7).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar